Bagaimana dengan Sukses Cepat ?
Jika saya bertanya pada anda, “Ingin cepat sukses atau lambat?” kebanyakan orang pasti akan menjawab ingin sukses dengan cepat.
Namun yang jelas, ada perbedaan antara meraih kesuksesan instan dengan meraih kesuksesan yang tahan lama. Kedua jenis kesuksesan ini berbeda. Ada kalanya orang yang sukses dengan cepat namun tak bertahan lama. Namun, ada yang meraih sukses secara bertahap tapi sukses seterusnya
Coba imajinasikan sejenak… Bayangkan jika ada bayi yang yang baru saja dilahirkan tiba-tiba langsung bisa meloncat dan lari secepat kilat, apa yang kira-kira ada dalam bayangan anda?
Read more…
Bisnis Sukses dengan Pandangan Islam
Dalam kaitannya dengan paradigma Islam tentang bisnis, maka landasan filosofis yang harus dibangun dalam pribadi Muslim adalah adanya konsepsi hubungan manusia dengan manusia dan lingkungannya, serta hubungan manusia dengan Tuhannya, yang dalam bahasa agama dikenal dengan istilah (hablum minallah wa hablumminannas). Dengan berpegang pada landasan ini maka setiap muslim yang berbisnis atau beraktifitas apapun akan merasa ada kehadiran “pihak ketiga” (Tuhan) di setiap aspek hidupnya. Keyakinan ini harus menjadi bagian integral dari setiap muslim dalam berbisnis. Hal ini karena Bisnis dalam Islam tisak semata-mata orientasi dunia tetapi harus punya visi akhirat yang jelas. Dengan kerangka pemikiran seperti itulah maka bisnis sukses akan diraih di dunia dan akhirat.
Read more…
Bisnis Syariah – Bisnis Nabi Muhammad
Muhammad Rasulullah, Nabi kita tercinta, adalah seorang saudagar ternama pada zamannya. Bahkan sejak usia muda, beliau dipandang sebagai sudagar sukses. Disadari atau tidak sukses tersebut tidak lepas dari aktivitas marketing yang diterapkannya –yang tak cuma ampuh tapi juga sesuai syariah dan, tentu saja, penuh ridlo dari Allah. Jika Anda tertarik menerapkannya, selain mendapat keuntungan, insyaallah bisnis Anda pun barokah. Inilah empat tips marketing a la Nabi: Read more…
Cari Uang dengan Media Sosial
Banyak orang menghabiskan waktunya pada media sosial seperti Facebook dan waktu ini terus meningkat. Penyebab utamanya? Tentu saja masuknya era smartphone dan tablet yang semakin mempermudah akses ke internet.
Konsumen sendiri, ternyata lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain di media sosial tersebut. Industri game secara mengagumkan telah berkembang sebesar rata-rata 184% setiap tahunnya. Akhir 2013 ini, IBIS, sebuah perusahaan riset, mengatakan bahwa akan berkembang 32% lagi, dan mencakup enam miliar dolar amerika di dalamnya.
Saatnya anda juga memanfaatkan potensi pasar, perkenalkan produk untuk mereka yang aktif di media sosial.
Read more…
Menentukan Harga Jual Dalam Bisnis
Banyak cara sebenarnya untuk menentukan harga produk yang sedang anda jual. Di sini saya akan bagikan tiga pendekatan yang sering dipakai untuk menentukan harga jual sebuah barang.
1) Harga jual berdasar biaya
Menetapkan harga jual berdasar biaya merupakan yang paling banyak digunakan. Caranya simpel, berapa total biaya yang dikeluarkan ditambahkan dengan margin keuntungan yang diinginkan, maka itulah harga jual produk tersebut.
Contoh, misalkan pedagang sparepart motor di atas kulakan suatu sparepart seharga Rp 8.400/unit. Ditambah dengan biaya transporttasi dan biaya lain yang jika dihitung per unit, total biayanya misal Rp 1.000. Plus ditambah dengan margin keuntungan yang diinginkan misal 20 persen, maka harga jual produk tersebut Rp 8.400 + Rp 1.000 + Rp 1680 (20 persen keuntungan dari harga produk) = Rp 11.080.
2) Harga jual berdasar kompetisi
Biasa dipakai oleh pendatang baru. Karena dia “pemain” baru untuk berjualan produk sejenis yang lebih dulu ada, maka dia akan mengecek berapa harga jual kompetitor sebelum memutuskan untuk menetapkan harga jual bagi produknya.
Biasanya harga jualnya lebih murah dari produk yang lebih dulu ada. Meski lebih murah, biasanya tetap sedikit mendapat keuntungan. Bedanya, mungkin margin keuntungan yang didapat lebih sedikit dibanding kompetitor.Dalam beberapa kasus, ada juga yang berani rugi saat menerapkan strategi harga jual berdasar kompetisi ini. Biasanya, hal itu dilakukan oleh pemodal besar. Prinsipnya, tak mengapa rugi di awal-awal, yang penting selanjutnya bisa untung terus. Pertimbangan lain menggunakan strategi harga jual berdasar kompetisi ini demi mempercepat penetrasi pasar dan memperbesar market share konsumen.
Read more…
Kaya Dari Penulis Skenario
Tumbuhnya stasiun televisi baru, munculnya puluhan stasiun lokal, makin menjamurnya jumlah PH dan produksi Sinetron dan tayangan televisi lainnya membutuhkan penulis-penulis baru. Menjamurnya stasiun televisi membuat berbagai rumah produksi (production house/ PH) kehausan penulis skenario yang handal. Akibat ‘miskinnya’ penulis skenario, kualitas sinetron banyak yang asal-asalan. Apalagi banyak sekali PH yang kerepotan memasok tayangan sinetron dengan sistem kejar tayang. Artinya, stasiun televisi sudah menayangkan episode per episode ketika syuting seluruh episode belum seluruhnya selesai.
Dengan kondisi seperti itulah, maka di sinilah peluang cerah bagi Anda yang berminat menjadi penulis skenario film dan sinetron. Apalagi jika melihat dari faktanya, di Indonesia jumlah penulis skenario sangat kurang sekali. Padahal setiap tahun, diproduksi 5000 acara sinetron, 20.000 acara non sinetron (news, infotainment, talkshow dll) dan ribuan acara-acara tv lainnya yang membutuhkan penulis-penulis dalam jumlah banyak.
Read more…
Prosfek Bisnis Lapangan Olahraga
Sering kali kita sulit menemukan area atau lapangan untuk berolah raga, terutama bagi kita yang tinggal di kota. Bagi para pecinta olahraga sarana seperti ini sangatlah penting, bukan hanya sebagai hoby tapi juga untuk menjaga kesehatan dan juga sebagai penyaluran bakat. Buka persewaan lapangan olahraga akan menjadi salah satu sousinya. Bisnis ini akan sangat potensial jika Anda pandai-pandai mengelolanya.
Dengan semakin tingginya kegemaran orang untuk berolah raga, semakin besar pula peluang Anda untuk menerjuni bisnis persewaan lapangan olah raga. Lapangan olah raga bisa berupa lapangan tenis, bulutangkis, bola basket, bola voly, futsal, dan lain-lain.
Read more…


KOMENTAR